Category Archives: Puisi

Kourin – Aishiteru

Standar

tumblr_lyr4jpaEEo1qdlkfdo1_500

JAPAN :

nee mou sukoshi dake
mou sukoshi dake kiiteite hoshii
nee mou sukoshi dake
mou sukoshi dake wagamama ii desu ka?

te ni ireta totan ni kieteshimai sou
kotoba o kuremasen ka?

anata ga iru sore dake de mou
sekai ga kawaratteshimau
monotoon no keshiki ga
hora azayaka ni utsuru
itsu no ma ni ka hanareteita
te o tsunaide aruiteku
umaku aiseteiru ka naa
ano sora ni kiitemiru no

 

INDONESIA:

Hei, sedikit lebih lama lagi.
Lebih sedikit lama lagi, tolong dengarkan aku.
Hei, sedikit lebih lama lagi.
Apakah baik-baik saja untuk menjadi hanya sedikit keras kepala?

Setelah kudapatkan, itu tampaknya menghilang lagi.
Bisakah kau mengatakan sesuatu padaku?

Hanya dengan kau berdiri denganku,
Duniaku sudah mulai berubah.
Pemandangan monoton ini,
Lihat, sekarang terpantul dan terlihat jelas.
Sebelum aku mengetahuinya, kami begitu dipisahkan
Mari kita bergandengan tangan.
“Apakah kita pasangan yang serasi?”
Itulah yang kutanyakan pada langit.

Iklan

Rindunya…

Standar

rindu

Bagaimana bisa aku terus diam
kalau ini semua tak terbalas
bagaimana bisa aku terus diam
kalu ini semua menggantung…

Engkau…
yang ada di sana, yang dimana
taukah kau jika aku tulis ini
tulis tentangmu, tentang rindumu

Engkau…
pernahkah juga menyambut rinduku
walau hanya dengan senyum
tanpa harus kau ucap kata penyambutan

Engkau…
yang ada dimana
ketahuilah aku terus merindumu
ketahuilah aku terus menantimu kembali
kembali bersama seperti waktu itu
waktu yang penuh canda dan bungah
waktu yang berlalu dengan indah
waktu yang selalu terkenang

Tuhan..
sampaikan padanya
tentang rinduku
tentang rindunya yang selalu kutunggu
tentang rindunya, Tuhan…

Kau

Standar

lilin

kebahagiaan ini sudah terbeli,
hingga hilang rasa dan selera

telah kucoba berjalan lurus, terus
takkan kutenggok lagi masa masa itu
dan kutinggalkan semua begitu saja
namun aku tetap saja berlari menghampirimu..

ada yang tertinggal disini,
yang membuatku tegar disaat hati mulai rapuh
yang membuatku tersenyum, meski kepahitan, kutelan
yang membuatku tenang, meski badai selalu datang

kau…
meski tak terucap,
tetap bersinar dihati ini

Sepi Bukan Untukku. . .

Standar

sepi

Sahabat..,
Tidakkah kau tahu,,,
Aku terlalu sunyi,,
Perasaan ini begitu menyiksakan,,
Bertemankan sepi dan Hening malam,,
Berjauhan denganmu bukan kehendakku,,,

Tidakkah kau tahu,,,
Teriakku memanggil mu,,
Kesepian ini membuat aku pilu,,,
Betapa aku merinduimu,,
Ingin mendengar suaramu walau sekejap,,
Cuma cukup mengobati laraku,,,

Saat terbenam matahari,,
Hingga terbit fajar,,
Perasaan ku tidak puas,,,
Mimpi indahku tak datang,,
Resah dan gelisah membalut hiba,,
Aku tak dapat tidur,,,
Seperti mereka yang kedamaian,,
Sepi itu indah,,,
Tapi bukan untukku,,,
Karena senyap sunyi itulah,,,
Telah membunuh ku,,,

Telah membunuh ku,,,
Telah membunuh ku,,,

Kini sepi tak lagi untukku
Karena memang sepi bukan untukku
Fajar merekah
Beri kilau kedamaian jiwa

Terulur tangan nan kekar
Menuntun dalam bimbang
Tuk keluar dari sepiku
Karena memang sepi bukan untukku…

Yang Telah Lalu

Standar

yangtlah lalu

ku memang mengagumimu
itu dulu
aku juga menginginkanmu
tapi itu tlah berlalu
dan kau pernah menjadi tinta emas
dalam buku diaryku
tapi itupun tlah jadi masa lalu

saat ini
ku hadir
tapi bukanlah niatku
untuk mengusik kedamaian duniamu
ataupun menyingkap kembali rahasia hatimu
dan bukan pula
untuk jadi dilema dalam hidupmu

sungguh ku tak mau
kehinaanku menperdayaimu
kegilaanku mengusikmu
dan api kemanusiaanku membakar surgamu

saat ini
kau tlah memiliki dia
yang lebih bisa buatmu bahagia
dan bisa memberimu mahkota

cinta….
apalah artinya cinta
hapuslah rasa
karna asa lebih bermakna

maka…
jangan usik asa itu
hanya karena hadirku
yang mungkin pernah jadi mimpimu
di masa lalu

ku bahagia dalam bahagiamu
ku bangga dengan kebanggaanmu
ku ada dan kan selalu ada
tapi hanya di dalam mimpimu

Keinginan Hati

Standar

keinginan hati

Bantu Aku
Untuk Kembali Membuka Hati
Bukan Untuk Memiliki
Ataupun Untuk Di Miliki
Tapi Untuk Bisa Saling Berbagi

Bantu Aku
Untuk Kembali Membuka Hati
Bukan Untuk Menyakiti
Ataupun Untuk Di Sakiti
Tapi Untuk Bisa Saling Mengisi

Bantu Aku
Untuk Kembali Membuka Hati
Bukan Untuk Mencintai
Ataupun Untuk Di Cintai
Tapi Untuk Bisa Saling Mengerti

Bantu Aku
Untuk Kembali Membuka Hati
Demi Indahnya Warna Pelangi
Bukan Hanya Untuk Sang Jingga Di Senja Hari

Bantu Aku
Untuk Kembali Menata Hati
Merendam Mimpi
Demi Janji Sang Mentari
Yang Akan Bangunkanku
Esok Hari

Kasih Tak Sampai

Standar

kasihtaksampai

Kala itu

Ketika dua lensa menatap seksama

Menerawang jauh di sana

Kulihat, kurasakan Sang surya

selalu menemani

Bumi dengan ketulusannya mengasihi

Meski kemarin, saat ini

Tampak berbeda

Namun ia tak pernah lelah memberikan lentera

Meski terkadang juga mendung menghalang

Kasihnya tak kan terbuang

Aku terkesima

Andai saja dia(kekasihku)

Melakukan hal yang sama

Akulah orang yang paling bahagia

Namun itu hanyalah anganku saja

Tak terwujud dalam alam nyata

Bagaimana tak begitu?

Ia seperti rembulan

Yang kasihnya sebesar butiran

Indah memang, namun hanya seindah pandangan

sesekali, semasa, sewaktu

Timbul dan tenggelam

Tak setia mengasihi malam

Meski cintaku teraut luka

Harapanku terbalut asa

Namun ku coba

Merajut benang-benang asmara dalam relung duka

Bangkit dengan puing semangat cinta yang tersisa

Kata demi kata

Ku nyatakan dalam tingkah lebih dari biasa

Namun rasanya sia-sia

percuma saja,

Dibalas omong kosong belaka

Ku fikir aku adalah arjuna mencari cinta

Namun tak ubahnya seorang pengemis cinta

Bersarang dalam khayalan

Termakan bualan

Cinta terbias, tak terbalas

Karna Ku bukanlah sosok yang pantas

Menerima dan dapatkan belas

sebab cinta tak berbekas

Jika boleh menangis, Ku kan menangis

Namun,

Tak perlu bersedu sedan

Hanya menambah luka dan asa

Ku pasrahkan saja pada yang Kuasa…