Monthly Archives: Maret 2016

Kourin – Aishiteru

Standar

tumblr_lyr4jpaEEo1qdlkfdo1_500

JAPAN :

nee mou sukoshi dake
mou sukoshi dake kiiteite hoshii
nee mou sukoshi dake
mou sukoshi dake wagamama ii desu ka?

te ni ireta totan ni kieteshimai sou
kotoba o kuremasen ka?

anata ga iru sore dake de mou
sekai ga kawaratteshimau
monotoon no keshiki ga
hora azayaka ni utsuru
itsu no ma ni ka hanareteita
te o tsunaide aruiteku
umaku aiseteiru ka naa
ano sora ni kiitemiru no

 

INDONESIA:

Hei, sedikit lebih lama lagi.
Lebih sedikit lama lagi, tolong dengarkan aku.
Hei, sedikit lebih lama lagi.
Apakah baik-baik saja untuk menjadi hanya sedikit keras kepala?

Setelah kudapatkan, itu tampaknya menghilang lagi.
Bisakah kau mengatakan sesuatu padaku?

Hanya dengan kau berdiri denganku,
Duniaku sudah mulai berubah.
Pemandangan monoton ini,
Lihat, sekarang terpantul dan terlihat jelas.
Sebelum aku mengetahuinya, kami begitu dipisahkan
Mari kita bergandengan tangan.
“Apakah kita pasangan yang serasi?”
Itulah yang kutanyakan pada langit.

Rindunya…

Standar

rindu

Bagaimana bisa aku terus diam
kalau ini semua tak terbalas
bagaimana bisa aku terus diam
kalu ini semua menggantung…

Engkau…
yang ada di sana, yang dimana
taukah kau jika aku tulis ini
tulis tentangmu, tentang rindumu

Engkau…
pernahkah juga menyambut rinduku
walau hanya dengan senyum
tanpa harus kau ucap kata penyambutan

Engkau…
yang ada dimana
ketahuilah aku terus merindumu
ketahuilah aku terus menantimu kembali
kembali bersama seperti waktu itu
waktu yang penuh canda dan bungah
waktu yang berlalu dengan indah
waktu yang selalu terkenang

Tuhan..
sampaikan padanya
tentang rinduku
tentang rindunya yang selalu kutunggu
tentang rindunya, Tuhan…

Kau

Standar

lilin

kebahagiaan ini sudah terbeli,
hingga hilang rasa dan selera

telah kucoba berjalan lurus, terus
takkan kutenggok lagi masa masa itu
dan kutinggalkan semua begitu saja
namun aku tetap saja berlari menghampirimu..

ada yang tertinggal disini,
yang membuatku tegar disaat hati mulai rapuh
yang membuatku tersenyum, meski kepahitan, kutelan
yang membuatku tenang, meski badai selalu datang

kau…
meski tak terucap,
tetap bersinar dihati ini